mom

hari ibu

(sudah beberapa hari yang lalu, sih. tapi ya biar saja ya)

ibu suportif. ibu sabar. ibu sibuk. ibu periang. ibu kuat. ibu kalem. ibu pendiam. ibu bossy. ibu kreatif. ibu pintar. ibu hi-tech. ibu tradisional. ibu plegmatis

sanguinis

melankolis

atau koleris

ada banyak cara bagaimana ibu mencintai kita. tapi selalu ada satu hal yang sama

cintanya

 

inhale

exhale

 

InsyaAllah besok saya akan jadi ibu

iya. besok pagi jadwal saya operasi SC. sectio caesaria. atau operasi sesar, kalau kata orangorang Prancis (orang Prancis yang bisa bahasa Indonesia, sih)

sampai detikdetik terakhir kami masih punya harapan. semoga tibatiba kakakbayi mau berputar. kepala di bawah pantat di atas. seperti posisi biasanya para bayi. dan saya bisa melahirkan dengan cara seperti biasanya para ibu

tapi semua sudah tertulis di buku takdir

dan kalau memang itu yang tertulis disana, semoga kami diberi keluasan hati untuk menerima dengan senang juga

takut. saya takut SC

iya. saya yang setiap beberapa hari sekali naik ke kamar operasi ini takut SC

(padahal sewaktu koas dulu semua terlihat biasa saja. ternyata beda kalau kita mau mengalaminya sendiri, ya)

tapi semua orang menyemangati saya

kata mbak Arsi yang anaknya empat itu, yang lebih penting untuk dipikirkan bukan bagaimana cara kita melahirkannya tapi bagaimana setelah itu kita merawatnya

iya juga ya

lagipula, seperti yang Tuan L bilang, kami ini diberi anugerah yang tidak hentihenti tidak terkira

cobaan kecil seperti operasi tidak ada artinya dibandingkan dengan semua itu

apalagi nanti akhirnya bisa bertemu langsung dengan kakakbayi. memegangnya dengan kedua tangan sendiri. kata para ibu itu, rasanya luarbiasa

saya percaya

 

inhale

exhale

 

lebih tenang sayanya sekarang

 

eniwei, saya belum tahu nantinya akan jadi ibu yang seperti apa

apa bisa sesabar ibunya Temple Grandin yang tidak mau menyerah mengajari anaknya yang autis untuk berkomunikasi, sehingga Temple bisa sekolah seperti anak normal dan sehingga kejeniusannya terlihat oleh gurunya dan sehingga akhirnya dia bisa jadi profesor?

atau  seperti Kate Reddy yang  jungkir balik menjalani hidupnya jadi ibu sekaligus wanita karier dan berusaha agar dua dunianya itu berjalan sempurna di saat bersamaan?

atau seperti apa? oh saya tidak tahu

 

oh well. satu lagi ketakutan muncul

takut tidak bisa jadi ibu yang baik

habis bagaimana. ini tidak sama seperti beli iPad. tidak ada manualnya

 

uh. takut ini takut itu

mau jadi ibu harus kuat. harus berani. hoyeah!

Bismillahirrahmanirrahiim

Incoming search terms for the article:

Comments

  1. Arka says:

    semoga lancar Daniii … suami suruh banyak2 baca Surah Maryam.

    [Reply]

    Kartika Dani Reply:

    amiin…timakasi mas arka.kapan balik indonesa?adek bayi mau main sama mbak nana nih

    [Reply]

  2. cindy says:

    selamat ya mba akan menjadi seorang ibu, mudah2an di permudah dan diberi kesehatan.

    [Reply]

    Kartika Dani Reply:

    timakasi doanya,ya :)

    [Reply]

Speak Your Mind

*